LOMBOK BARAT – Stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Barat terus menjadi prioritas utama guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama pada jam-jam krusial di malam hari. Sebagai langkah nyata dalam menekan angka kriminalitas, Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat secara intensif melakukan penyisiran di titik-titik yang dianggap rawan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan rutin yang ditingkatkan ini menyasar kawasan strategis, salah satunya adalah jalur Bypass Gerung. Pada Kamis dini hari, 07 Mei 2026, sekitar pukul 00.10 WITA, personel kepolisian mulai bergerak menyisir jalan protokol tersebut guna memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya di tengah sunyinya aktivitas warga.
Sinergi Personel dalam Menangkal Aksi Kriminalitas 3C
Penyisiran kali ini melibatkan empat personel bersenjata lengkap yang mengenakan atribut dinas resmi. Kehadiran fisik petugas di lapangan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi pencegahan kejahatan jalanan yang mencakup Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), atau yang lebih dikenal dengan istilah 3C.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah malam bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal. Menurutnya, jalur Bypass Gerung merupakan area yang membutuhkan pengawasan ekstra karena karakteristik jalannya yang lebar dan seringkali sepi saat dini hari.
“Kami mengerahkan Tim Patroli Perintis Presisi untuk melakukan pemantauan secara mendalam di sepanjang jalur Bypass Gerung. Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat merasa terlindungi dan mencegah adanya potensi tindak pidana 3C yang sering kali memanfaatkan kelengahan di jam-jam rawan seperti ini,” ujar Iptu Reza Ihyaul Itsnain dalam keterangannya.
Edukasi Humanis dan Pendekatan Dialogis kepada Pemuda
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas menemukan sekelompok pemuda yang masih berkumpul atau nongkrong di bahu jalan raya. Menanggapi hal ini, tim patroli tidak langsung melakukan tindakan represif, melainkan mengedepankan pendekatan dialogis yang humanis. Petugas menghampiri para pemuda tersebut untuk memberikan edukasi mengenai risiko keamanan pribadi.
Iptu Reza Ihyaul Itsnain menjelaskan bahwa aktivitas berkumpul di pinggir jalan hingga larut malam sangat rentan memicu terjadinya gangguan kamtibmas, baik itu bagi mereka sendiri yang berisiko menjadi sasaran kejahatan maupun potensi terjadinya gesekan antar-kelompok.












