Binkam

Waspada Jam Rawan, Polsek Kediri Jaga Ketat Jalur Bypass BIL Demi Keamanan Masyarakat

×

Waspada Jam Rawan, Polsek Kediri Jaga Ketat Jalur Bypass BIL Demi Keamanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Polsek Kediri Optimalkan Keamanan Jalur Bypass BIL
Polsek Kediri Optimalkan Keamanan Jalur Bypass BIL

LOMBOK BARAT – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Kediri jajaran Polres Lombok Barat terus mengoptimalkan langkah preventif di wilayah hukumnya. Fokus utama pengamanan diarahkan pada titik-titik rawan kriminalitas, terutama di sepanjang jalur strategis Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) 1 dan 2 yang kerap menjadi atensi publik saat dini hari.

Upaya ini diwujudkan melalui Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Blue Light yang digelar secara terjadwal. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas karakteristik wilayah Bypass yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi akibat kondisi jalan yang sepi dan minimnya penerangan jalan di beberapa titik tertentu.

Penyisiran Jalur Rawan dan Optimalisasi Tindakan Preventif

Pada Kamis, 7 Mei 2026, personel Polsek Kediri mulai bergerak sejak pukul 02.30 WITA hingga menjelang subuh. Patroli ini dipimpin langsung oleh KSPKT II Polsek Kediri, AIPTU Hendri Arnold Frence Fangidae, bersama sejumlah personel piket lainnya. Tim menyisir rute dari Dusun Tongkek di jalur Bypass BIL 1, kemudian memutar arah menuju Bypass BIL 2 hingga mencapai kawasan Tembolak Pelangi yang merupakan perbatasan ikonik Kabupaten Lombok Barat.

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian dalam pengamanan kali ini adalah Jalan Umum BIL 2 sebelum Underpass Banyumulek, tepatnya di Dusun Lelede Sukadana, Desa Lelede. Area ini dipantau secara intensif karena letaknya yang strategis namun memiliki risiko kerawanan pada jam-jam rawan, di mana aktivitas kendaraan mulai lengang dan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kediri, AKP Iwan Purwanto, menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan pada jam-jam kecil adalah kewajiban untuk menjamin ketenangan masyarakat.

“Kami memfokuskan pemantauan di sepanjang jalur Bypass ini untuk memaksimalkan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Jalur ini memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisinya yang cenderung sepi dan beberapa lampu penerangan yang tidak berfungsi optimal. Hal ini sering kali dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya,” ujar AKP Iwan Purwanto dalam keterangannya.

Mencegah Aksi Kriminalitas 3C dan Balap Liar

Patroli Blue Light ini bukan sekadar melintas, melainkan bentuk intimidasi visual terhadap niat jahat pelaku kriminal. Petugas secara konsisten menyalakan lampu rotator biru dan sesekali membunyikan sirine di titik-titik yang dianggap rawan. Strategi ini bertujuan agar siapa pun yang memiliki niat melakukan tindak pidana, seperti Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) atau yang dikenal dengan istilah 3C, akan mengurungkan niatnya.

Selain ancaman 3C, petugas juga mewaspadai munculnya aksi balap liar yang kerap meresahkan pengguna jalan lainnya. Pengendara sepeda motor, khususnya perempuan atau mereka yang berkendara sendirian di dini hari, menjadi prioritas perlindungan dalam patroli ini.

AKP Iwan Purwanto menambahkan bahwa tindakan preventif ini merupakan cara efektif untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan konvensional.